Monday, October 12, 2009
alhamdulillah
Tuesday, August 11, 2009
~Cinta Sang Ratu~
Bagaikan Puteri
"Awan kalau dapat dicapai.....maka saktilah hamba."
"Kamu bagaikan puteri.....Haryani."
~Laksamana Sunan~
"Kamu dipisahkan oleh satu hijab yang tak terlihat.
hijab?
ya...hijab itu adalah ....kematian"
Percintaan yang begitu tulus.Walaupun berlainan dimensi.Segala apa yang terjadi di kuala lumpur mahu pun di tanah melayu penghujung kurun ke -15,berlakunya adalah dengan kehendak Allah.
Aku sungguh tertarik dengan watak Saifudin..pemuda kampung yang telah difitnah.lalu melarikan diri hingga ke Aceh...dan di situ lah dia belajar menjadi seseorang yang digelar Laksamana Sunan.Laksamana yang dihormati dan digeruni oleh semua jenis makhluk jahat.
Walaupun mempunyai perasaan kasih terhadap Haryani..gadis yang datang dari dimensi lain..namun jihadnya terhadap agama islam tak pernah pudar.
Sungguh aku cakap...aku suka novel ni..tak sabar rasanya untuk membaca sambungan nya...
Andai itu takdirnya
Tuesday, August 4, 2009
Dugaan Allah
Wednesday, July 29, 2009
~~~CINTA~~~

Hanya kudrat Tuhan
Rahmat kasih sayang
yeah...awin kawin

awin...member sekelas..serumah..sebilik...
sabtu 11 julai 2009..sesungguhnya pasti menjadi tarikh yg paling istimewa buat awin .Terjalinya satu ikatan antara cucu Adam dan Hawa.Aku sebagai sahabat tumpang merasa kebahagian yang pernah aku rasai dahulu hinggalah sekarang.
apa pun sedih gak coz member serumah yang lain tak dpt datang..yelah..tak dapat nak berkongsi kegembiraan bersama.masa belajar dulu..selalu gak kami berangan-angan ..."agak-agak..aku kawin ngan sape ek"tu ayat Leen qoop..."agak-agak aku kawin ngan sani nanti mcm mana majlis nye yer." hehehhe..tu ayat aku lah tu..
yang pasti nye...bergelar sahaja isteri... wujud lah satu episod baru dalam hidup kita..semoga aku dan yang lain dapat menjalan kan tanggung jawab sebagai isteri dengan baik sekali..itulah yang sering aku doakan selepas saja bersolat.Melihatkan keadaan ku semasa bujang..pasti orang tak menyangka yang aku ni dulu seorang yg panas baran..kuat merajuk..kuat memberontak..dan bermacam-macam lg perangai buruk..
Sejak bergelar isteri..sejak mengetahui yg tanggungjawab ku semakin berat..aku jadi takut.....takut aku tak mampu untuk menggalas tanggungjawab dengan baik..Nak kata aku berubah..tak juga..aku tetap aku..mcm mana suami ku dapat menerima aku semasa bujangnya..begitu lah dia harus menerima qada'dan qadar yg aku tetap aku.Aku tak mampu menjadi orang lain...
Thursday, July 16, 2009
Saya Sayang Awak
DOSA YG LEBIH BESAR DARI BERZINA
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya.Nabi Musa terperanjat. Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu? Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu? Ada jawab Jibril dengan tegas. Dosa apakah itu? tanya Musa kian penasaran. Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina.Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalanketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. (Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy